Etika Sufisme Pakubuwana IV: Piwulang dalam Serat Wulangreh

Authors

  • Raha Bistara UIN Raden Mas Said Surakarta Author

Keywords:

Pukubawana IV, Wulangreh, Etika, Sufistik, Hermenutika

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana konsep etik-sufisme yang diwedarkan oleh Pakubuwana IV dalam wedaran Wulangreh. Konsep ajaran etik yang ada di dalam Serat Wulangreh berlandaskan dari al-Quran dan Sunnah sebagai sumber ajaran Islam. Konsep etik-sufisme ini diambil dari kerangka konsep tasawuf yang menjadi hal yang paling subtil di dalam kerangka ajaran Islam karena mengambil hal yang paling inti berupa batin. Ajaran sufisme yang dikembangkan oleh Pakubawana IV mengajarkan manusia untuk bisa berbuat baik, tidak melanggar larangannya, tidak tamak, tidak suka kepada hal yang sifatnya duniawi secara berlebihan dan menjaga supaya hatinya tetap bersih itu semua konsep ihsan. Dengan menggunakan metode library research dan kerangka teori hermeuntika yang dikembangkan oleh Gadamer, dengan kerangka piwulang dan ajaran merupakan suatu reaksi dari si pelaku yang ada hubungan horizontal kepada sang maha Aku untuk menerima ajaran itu sendiri yang di mana kemudian menjadi pengetahuan untuk diajarkan kepada masyarakat yang lebih luas. Maka konsep etik-sufisme menjadi pijakan bagi siapa saja terutama umat Islam secara luas untuk menemukan ke-diriannya dalam menjalankan laku suluk sebagai salik. Sebab etik-sufistik merupakan salah satu dari sekian banyak yang harus dilalui oleh manusia menuju manusia paripurna atau Janma Utama. Tahapan-tahapan ini harus dilewati oleh semua salik dari mulai tingkat yang paling rendah yakni sembah raga atau dalam tataran syariat, kemudian sembah cipta dalam tata tarekat, kemudian tangga berikutnya sembah karsa dalam tatanan makrifat dan sembah rasa dalam tataran hakikat. Kesemua tahapan ini harus dilewati untuk menemukan konsep man arafa nafsahu faqad ‘arafah rabbahkonsep  sufisme yang ingin diwedarkan oleh Sunan demi terwujudnya manusia yang utuh.

Downloads

Published

2025-06-24

How to Cite

Etika Sufisme Pakubuwana IV: Piwulang dalam Serat Wulangreh (R. Bistara , Trans.). (2025). SUHU: Journal of Sufism and Humanities, 1(1), 45-57. https://suhu.lakaspia.org/index.php/suhu/article/view/50